SEJARAH DESA TANGGULREJO


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhU_WlLxD9iGgxosj8A70eSuZALi0VjNeAZJI6YonjM8ModiDxAozbqmOwB7yiPh7f7eQ0ufkBYXyUVxOdokrHQwjaT-kWV34RfYgH6gkPGlh-War26wAuumm8C4-4AOfqS-ut4fq3c5LA/s1600/IMG_5003.JPG

Pada masa perjuangan P Diponegoro tahu 1825 s/d 1830 yang cukup membuat Belanda merasa kewalahan akhirnya P Diponegoro ditangkap dengan cara yang licik oleh Belanda dan diasingkan ke Minahasa Sulawesi, para pengikutnya bercerai berai diberbagai wilayah Magelang dan sekitarnya.Termasuk dusun Tanggulboyo, Sempu, Bowan,  Dusun yang menyimpan banyak sejarah, dusun Tanggulboyo tinggal seorang ulama yang bernama Kyai Abdoel Djabar seorang pengikut Pangeran Diponegoro waktu berjuang melawan Penjajah Belanda, Kyai Abdoel Djabar didampingi Nyai Towilah yang terkenal dengan sebutan Nyai Tanggul. Pada masa itu Kyai Abdoel Djabar adalah seorang Ulama juga merupakan tokoh masyarakat  yang berhasil membina / mengasuh masyarakat dusun Buang yang sekarang bernama Bowan. Sedangkan di dusun Sempu tinggal seorang Ulama dan juga tokoh masyarakat  Kyai Muchamad Kholifah yang membangun pusat pemerintahan atau Kemantrian (kemantren) dan Santren ( tempat mengaji para santri). Disamping itu beliau seorang yang mempunyai kelebihan dalam membuat senjata yang disebut empu maka tempat tersebut dinamakan Sempu yang berasal dari kata Si Empu, dari nama - nama dusun, Sempu, Tanggulboyo, Bowan, Balong, Jomblang, Jrenggeng lor, Jrenggeng kidul, Karangsari / Mayungan dengan kesepakatan para ulama dan tokoh masyarakat diubah menjadi Desa Tanggulrejo. sedangkan tempat pusat Pemerintahan  berada dirumah kepala desa yang menjabat pada saat itu berada di dusun Tanggulboyo  . 
Sedangkan pembangunan gedung balai desa Tanggulrejo mulai tahun seribu sembilan ratus tujuh puluhan.

Komentar

Postingan Populer